BANGLI, KABARBALI.ID – Personel Polsek Kintamani bersama tim gabungan lintas instansi bergerak cepat melakukan penanganan terhadap seorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) di Banjar/Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin (6/7/2026). Warga bernama I Komang Darsana (52) tersebut dilaporkan mengurung diri di dalam rumah sembari membawa senjata tajam.
Aksi penanganan ini dipicu oleh laporan pihak keluarga yang resah dengan kondisi psikologis bersangkutan. Selama dua hari terakhir, Komang Darsana nekat mengunci diri di kamar sambil membawa sebilah sabit.
Tak hanya itu, ia juga melakukan siaran langsung (live) di media sosial TikTok dengan konten verbal yang dikhawatirkan memicu keresahan luas serta reaksi negatif di tengah netizen.
Mendapat laporan tersebut, tim yang dipimpin Panit I Reskrim Polsek Kintamani Ipda Ketut Sudiarta, langsung meluncur ke lokasi. Polisi menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangli, Linmas, perangkat desa, warga setempat, hingga tenaga medis dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli untuk melakukan evakuasi.
Meski petugas telah melakukan upaya pendekatan secara persuasif dan humanis, proses evakuasi berjalan cukup alot. Komang Darsana tetap bersikeras menolak keluar dari kamarnya.
Bahkan, upaya pemberian logistik berupa makanan dan minuman dari pihak keluarga pun ditolak mentah-mentah. Hal ini lantaran yang bersangkutan mengalami delusi dan menganggap makanan yang diberikan telah dibubuhi racun.
Guna menghentikan aksi siaran langsungnya di media sosial yang memicu polemik, pihak keluarga akhirnya mengambil tindakan tegas dengan memutus akses internet (Wi-Fi) di rumah tersebut. Setelah jaringan internet diputus, kondisi bersangkutan terpantau mulai cukup tenang di dalam kamar.
Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa, menegaskan bahwa jajarannya tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kemanusiaan dalam menangani kasus ini demi menghindari jatuhnya korban.
“Kami bersama instansi terkait terus melakukan langkah persuasif dan pengawasan guna memastikan situasi tetap aman serta mencegah hal-hal yang dapat membahayakan diri yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar. Penanganan akan terus dilakukan dengan mengedepankan sisi kemanusiaan agar yang bersangkutan dapat segera memperoleh perawatan medis yang diperlukan,” terang Kompol Dwi Puja Rimbawa.
Hingga saat ini, situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan tetap aman dan kondusif. Pihak keluarga bersama perangkat Desa Sukawana masih intens berkoordinasi dengan Polsek Kintamani untuk memantau momentum dan waktu yang tepat guna mengevakuasi bersangkutan ke RSJ secara profesional. (Sam-Kab)