KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Penanganan masalah sampah di Kabupaten Klungkung memasuki babak baru. Mesin pengolah sampah modern berbasis teknologi pirolisis yang berlokasi di Blok C TOSS Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, resmi siap beroperasi secara penuh.
Menandai kesiapan fasilitas tersebut, Pemkab Klungkung menggelar ritual upacara pecaruan dan melaspas tepat pada Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7/2026).
Prosesi penyucian yadnya dipuput oleh Ida Pandita Dukuh Celagi Dharma Kherti dari Padukuhan Sida Swasti, serta dihadiri langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua TP PKK Klungkung Ny. Eva Satria, beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, Dewa Komang Aswin, menjelaskan bahwa mesin pirolisis utama yang terpasang saat ini berkapasitas empat ton, didampingi mesin uji coba berkapasitas 750 kilogram.
“Mesin ini memiliki keunggulan mengolah berbagai jenis sampah residu, mulai dari plastik, ban bekas, hingga sampah organik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), karbon/briket, dan kawat besi. Fasilitas ini juga disokong mesin pemilah berkapasitas delapan ton per jam,” terang Dewa Aswin, Kamis (30/7/2026).
Guna memastikan keberlanjutan operasional, DLHP Klungkung bekerja sama dengan penyedia teknologi untuk memberikan pelatihan khusus kepada teknisi lokal Klungkung.
Meskipun saat ini masih didampingi tenaga ahli dari Tiongkok dan Cook Islands (Andersons Group / PT Inpac Solutions Indo), ke depannya pengelolaan dan perawatan mesin akan dilakukan secara mandiri oleh SDM lokal.
Sementara itu, Direktur PT Inpac Solutions Indo, Anak Agung Pablo Subamia, memastikan dua unit mesin yang ada saat ini ditargetkan mampu memproses sekitar 26 hingga 30 ton sampah per hari. dengan sistem kerja dua sift, 16 jam kerja.
“Pemasangan alat sudah on progress dan siap beroperasi penuh akhir bulan ini. Ke depan, jika empat unit mesin sudah terpasang lengkap, proyeksi kapasitas olahnya bisa mencapai 168 ton sampah per hari,” tegas Pablo.
Ia menambahkan, produk BBM yang dihasilkan dari proses pirolisis sampah di TOSS Center Kusamba saat ini tengah menjalani uji laboratorium intensif guna memastikan kualitasnya memenuhi standar keamanan serta mutu industri sebelum dimanfaatkan secara luas. (Sta-Kab).