Peringati Hari Mangrove Sedunia 2026, PLN Indonesia Power Fasilitasi Penanaman 15.000 Bibit Mangrove di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai

Indonesia Power fasilitasi penanaman 15.000 bibit mangrove di Ekowisata Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai Bali memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026.

DENPASAR, KABARBALI.ID – Memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, PT PLN Indonesia Power memfasilitasi aksi penanaman 15.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, Minggu (26/7/2026).

Aksi lingkungan ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI dan didukung Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali. Langkah ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, PLN Group, akademisi, media, serta masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendorong perekonomian lokal.

Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang seluas 1.373,5 hektare sendiri merupakan wilayah binaan berkelanjutan PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang. Kawasan ini merupakan salah satu pusat konservasi terpenting karena memiliki koleksi terlengkap di Bali, mencakup 18 jenis mangrove asli dan 15 jenis mangrove asosiasi.

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Indonesia Power, Ridho Hutomo, menyatakan bahwa keberhasilan konservasi sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pengelola utama kawasan.

“Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan destinasi ekowisata berkelanjutan yang menjadi bukti bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami mendorong pengelolaan mangrove tidak hanya sebagai upaya rehabilitasi ekosistem, tetapi juga sebagai sumber penghidupan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap Ridho Hutomo.

Pemberdayaan Nelayan dan Kelompok Perempuan

Pendampingan yang dilakukan oleh PLN Indonesia Power UBP Bali di kawasan ini dirancang secara menyeluruh (end-to-end). Program yang berjalan mencakup pembibitan, penanaman, perawatan, pengembangan ekowisata berbasis digital, hingga pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang melibatkan nelayan dan kelompok perempuan pesisir.

Senior Manager UBP Bali PT PLN Indonesia Power, I Made Harta Yasa, menambahkan bahwa keberadaan Ekowisata Batu Lumbang kini juga difungsikan sebagai wadah edukasi lingkungan bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

“Kami mendorong pemberdayaan nelayan dan kelompok perempuan melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu serta pengembangan berbagai produk dan layanan ekowisata yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Kami percaya, ketika masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga ekosistem mangrove dan merasakan manfaatnya secara langsung, maka upaya konservasi akan semakin berkelanjutan,” jelas I Made Harta Yasa.

Meskipun menunjukkan dampak positif, pengelolaan kawasan konservasi ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti gempuran sampah plastik yang terbawa aliran sungai menuju area mangrove serta perlunya peningkatan kesadaran publik secara konsisten.

Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia 2026, PLN Indonesia Power berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menjaga ketahanan iklim, melindungi keanekaragaman hayati, serta menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir Bali. (Irw-Kab).

kabar Lainnya