Prakiraan Cuaca Bali 10 Juni 2026 : Suhu Dingin Bangli Mulai Menghangat, Denpasar Menyengat Hingga 33 Derajat

Cuaca di bali

DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Provinsi Bali pada Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan data pemantauan, cuaca di Pulau Dewata secara umum akan didominasi oleh kondisi cerah, cerah berawan, hingga berawan, diiringi tren kenaikan suhu udara di sejumlah titik wilayah. Kenaikan suhu yang paling signifikan terjadi di Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar.

Kondisi suhu udara di Kabupaten Bangli yang pada hari kemarin sempat menyentuh titik terendah di angka 17 derajat Celcius, pada hari ini dilaporkan mengalami kenaikan menjadi 22 derajat Celcius dengan cuaca berawan.

Sementara itu, Kota Denpasar mencatatkan lonjakan suhu tertinggi di Bali yang diprediksi akan menyengat hingga menyentuh angka 33 derajat Celcius dengan kondisi langit cerah sepanjang hari.

Selain Denpasar, wilayah Kabupaten Buleleng dan Klungkung juga diprediksi akan menikmati cuaca cerah dengan rentang suhu berkisar antara 26 hingga 31 derajat Celcius.

Untuk area lain seperti Badung dan Gianyar, cuaca diperkirakan cerah berawan, sedangkan Jembrana, Tabanan, dan Karangasem terpantau akan mengalami kondisi dominan berawan.

Di samping dinamika cuaca daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi sinoptik dan tinggi gelombang laut di sekitar perairan Bali yang berlaku efektif mulai 10 Juni 2026 hingga 13 Juni 2026 pukul 08.00 WITA. Pola angin permukaan di Perairan Utara dan Selatan Bali dilaporkan bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan yang cukup kencang, berkisar antara 4 hingga 20 knot.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal penyeberangan, dan pelaku wisata bahari untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebanyak empat jalur perairan utama di Bali saat ini masuk dalam kategori peringatan gelombang tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Angin kencang dari Timur-Selatan memicu naiknya tinggi gelombang,” tulis laporan resmi BMKG yang dihimpun tim redaksi.

Adapun empat titik perairan Bali yang masuk dalam zona bahaya gelombang tinggi (2,5 hingga 4 meter) tersebut meliputi Selat Badung, Selat Bali Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, serta Selat Lombok Bagian Selatan. Situasi ini dinilai cukup berisiko bagi pelayaran perahu nelayan maupun kapal cepat (fast boat).

Sementara itu, untuk wilayah perairan Selat Lombok Bagian Utara, kondisi gelombang terpantau berada dalam kategori sedang dengan estimasi ketinggian berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Walau masuk kategori sedang, para pengguna jasa transportasi laut di rute tersebut tetap diminta berhati-hati selama beraktivitas di laut. (Kri-Kab).

kabar Lainnya