Prakiraan Cuaca Bali Kamis 23 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan, Bangli-Karangasem Diprediksi Hujan Ringan

Kondisi jembatan jetty Pelabuhan Nusa Penida yang rusak dihantam gelombang dan angin kencang cuaca ekstrem di Bali beberapa waktu ini.

DENPASAR , KABARBALI.ID  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca serta kondisi gelombang laut untuk seluruh wilayah Provinsi Bali pada Kamis, 23 Juli 2026. Sebagian besar wilayah Bali diprediksi dominan berawan, namun masyarakat di wilayah timur dan tengah diimbau mengantisipasi potensi turunnya hujan ringan.

Berdasarkan data cuaca harian, Kabupaten Bangli dan Karangasem diperkirakan diguyur hujan ringan dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi mencapai 98 persen. Sementara itu, tujuh kabupaten/kota lainnya seperti Kota Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Buleleng, dan Jembrana diprakirakan cerah berawan sepanjang hari.

Berikut rincian prakiraan cuaca di 9 kabupaten/kota se-Bali pada Kamis (23/7/2026):

Wilayah Kondisi Cuaca Suhu Udara (°C) Kelembapan (%)
Jembrana Berawan 21 – 28 69 – 88
Tabanan Berawan 21 – 25 84 – 92
Badung Berawan 21 – 28 64 – 88
Gianyar Berawan 21 – 26 75 – 92
Klungkung Berawan 24 – 30 60 – 77
Bangli Hujan Ringan 21 – 26 86 – 98
Karangasem Hujan Ringan 21 – 28 88 – 96
Buleleng Berawan 23 – 30 55 – 76
Kota Denpasar Berawan 23 – 30 63 – 88

Peringatan Dini Tinggi Gelombang Laut Perairan Bali

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga merilis imbauan peringatan dini terkait pola angin sinoptik di sekitar kawasan perairan Pulau Bali yang berlaku mulai 23 Juli hingga 26 Juli 2026 mendatang.

Pola angin permukaan di Perairan Utara dan Perairan Selatan Bali umumnya bertiup dari arah Timur – Selatan dengan kecepatan angin berkisar antara 4 hingga 30 knot. Peningkatan kecepatan angin ini memicu gelombang laut masuk dalam kategori Sedang (1,25 – 2,5 meter).

Area perairan yang diimbau untuk ditingkatkan kewaspadaannya meliputi:

  1. Selat Badung

  2. Selat Bali Bagian Selatan

  3. Perairan Selatan Pulau Bali

  4. Selat Lombok Bagian Selatan

Masyarakat pesisir, pelaku usaha wisata bahari, nelayan, serta pengguna jasa transportasi laut diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi perubahan cuaca dan peningkatan tinggi gelombang sebelum beraktivitas di laut. (Pur-Kab).

kabar Lainnya