Resmi! Kawasan Titik Nol Singaraja Kini Bernama Praja Mandala Singa Ambara Raja

Kawasan Titik Nol Singaraja resmi diberi nama “Praja Mandala Singa Ambara Raja” hasil sayembara yang dirancang mahasiswa IAHN Mpu Kuturan Singaraja.

BULELENG, KABARBALI.ID – Sayembara Pemberian Nama Kawasan Titik Nol Singaraja resmi berakhir. Nama “Praja Mandala Singa Ambara Raja” terpilih menjadi identitas baru bagi kawasan pusat pemerintahan dan ikonik Kabupaten Buleleng tersebut.

Nama yang kaya akan makna historis dan filosofis ini diusulkan oleh Kadek Dika Wirawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja.

Dika menjelaskan, frasa “Singa Ambara Raja” sengaja dipertahankan sebagai elemen utama karena merupakan maskot legendaris sekaligus jiwa Kota Singaraja. Sementara kata “Mandala” memiliki arti wilayah atau kawasan, dan kata “Praja” merujuk pada pusat pemerintahan.

Secara harfiah, Praja Mandala Singa Ambara Raja dimaknai sebagai kawasan pusat pemerintahan yang berlandaskan pada semangat maskot legendaris Singa Ambara Raja.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai menghadiri Sidang Paripurna di DPRD Buleleng, Rabu (29/7/2026), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas generasi muda Buleleng yang peduli terhadap warisan budaya daerah.

“Apresiasi yang luar biasa untuk ide kreatif Kadek Dika. Antusiasme masyarakat dalam mengirimkan usulan nama ini membuktikan betapa besarnya rasa memiliki dan cinta krama terhadap sejarah Buleleng,” puji Bupati Sutjidra.

Lebih lanjut, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa penetapan nama ini bukan sekadar keputusan sepihak, melainkan telah melalui proses diskusi mendalam dan uji sahih bersama para budayawan, akademisi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hingga para tokoh Puri di Buleleng.

“Masukan dari para tokoh Puri dan elemen masyarakat sangat mewarnai penetapan nama ini hingga akhirnya disepakati nama Praja Mandala Singa Ambara Raja,” jelasnya.

Pemkab Buleleng berencana meresmikan nama baru tersebut dalam waktu dekat, diikuti dengan pemasangan penanda nama (signage) kawasan yang disesuaikan dengan estetika tata ruang kota. Sedangkan penyerahan hadiah bagi pemenang sayembara akan diserahkan secara khusus pada panggung utama Buleleng Festival (Bulfest) mendatang. (Kar-Kab).

kabar Lainnya