Tertarik Layanan Kesehatan Gratis hingga 1.000 Beasiswa Kuliah, Pemkab Muna Barat Berguru ke Gianyar

Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat menerima kunjungan kerja dan studi banding Bupati Muna Barat La Ode Darwin di Ruang Kerja Bupati Gianyar, Puspem Gianyar, Jumat (23/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemkab Gianyar / kabarbali.id)

GIANYAR , KABARBALI.ID – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dalam menghadirkan program pro-rakyat, seperti pelayanan kesehatan gratis berbekal Bantuan Keuangan (BK), ribuan beasiswa pendidikan, penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga perlindungan lahan pertanian, menjadi daya tarik nasional. Hal ini mendorong Pemkab Muna Barat, Sulawesi Tenggara, memboyong jajarannya untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Gianyar, Jumat (23/10/2026).

Rombongan yang dipimpin Penjabat/Bupati Muna Barat La Ode Darwin diterima langsung oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, di Ruang Kerja Bupati, Ruang Utama Puspem Kabupaten Gianyar.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati I Made Mahayastra memaparkan komitmen Pemkab Gianyar untuk memastikan APBD memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan dasar krama Gianyar, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Gianyar untuk meraih pendidikan lebih tinggi. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM unggul berdaya saing,” tegas Bupati Mahayastra.

Beasiswa S1 Plus Laptop dan Kesehatan Gratis Berbasis KTP

Di sektor pendidikan, Pemkab Gianyar meluncurkan program beasiswa fantastis bagi generasi muda. Bupati Mahayastra mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan 1.000 kuota beasiswa jenjang S1 di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia, serta 400 beasiswa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) jenjang D1.

“Bagi generasi muda Gianyar, kita menyiapkan 1.000 beasiswa untuk kuliah S1 di PTN se-Indonesia. Bahkan kami tanggung mulai UKT, uang kost, uang saku, hingga pembelian laptop di awal kuliah. Jika ada yang ingin langsung kerja, kami sediakan beasiswa pendidikan D1 untuk 400 orang,” terang Mahayastra.

Sementara pada bidang kesehatan, krama ber-KTP Gianyar mendapatkan jaminan akses medis secara mudah dan gratis melalui skema dana BK daerah, sehingga persoalan biaya tidak lagi menjadi hambatan masyarakat untuk berobat.

Bebas PBB Lahan Pertanian dan Kemandirian Fiskal

Untuk menopang pendanaan seluruh program kerakyatan tersebut, Bupati Mahayastra menekankan pentingnya menciptakan kekuatan fiskal daerah melalui penguatan PAD. Pemkab Gianyar mengoptimalkan penerimaan pajak dari sektor usaha dan pariwisata secara transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, guna melindungi ketahanan pangan dan kelestarian subak, Pemkab Gianyar menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2020 serta menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) khusus untuk lahan pertanian produktif.

“Pungutan pajak difokuskan pada sektor usaha. Kebijakan menggratiskan PBB lahan pertanian ini penting untuk memastikan lahan di Gianyar tetap terjaga dan terlindungi secara berkelanjutan,” tandasnya.

Muna Barat Apresiasi Tata Kelola Pemkab Gianyar

Mendengar paparan komprehensif tersebut, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inovasi tata kelola pemerintahan yang dijalankan Bupati Mahayastra. Ia menilai praktik baik (best practice) dari Gianyar sangat relevan untuk diadopsi di Muna Barat dalam mendorong kemandirian fiskal dan pelayanan publik.

“Terima kasih atas sambutan dan kesediaannya menerima kunjungan kami. Praktik baik ini akan kami jadikan bahan evaluasi dan referensi utama untuk mengoptimalkan pengelolaan pemerintahan di Kabupaten Muna Barat,” ungkap La Ode Darwin. (Tut-Kab).

kabar Lainnya