Trans Sarbagita Listrik Berbalut Warna Tri Datu, Mengaspal di Jalanan Bali

peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemprov Bali / kabarbali.id)

DENPASAR, KABARBALI.ID – Gubernur Bali, Wayan Koster, meresmikan peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan pengoperasian Charging Station di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026).

Peluncuran ini menjadi milestone penting dalam mengakselerasi penerapan kebijakan Bali Energi Bersih, sekaligus mentransformasi sistem transportasi publik di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) menuju era nol emisi.

Program ini merupakan bagian dari Proyek Bali E-Mobility hasil kolaborasi Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI). Dalam hibah ini, Pemprov Bali menerima 11 unit bus listrik dan 6 unit infrastruktur pengisian daya (charging station).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa percepatan ekosistem kendaraan listrik di Bali didasari oleh data ilmiah yang menunjukkan urgensi pengurangan pencemaran udara.

“Hasil studi menunjukkan bahwa di Bali lebih dari 90 persen polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu, kebijakan transisi energi ramah lingkungan ini kita percepat dari hulu hingga hilir,” tegas Gubernur Koster.

Identitas Budaya Tri Datu dan TKDN Tinggi

Secara regulasi, percepatan ini dipayungi oleh Pergub Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai.

Di sektor hulu, Pemprov Bali telah mendapat alokasi kapasitas 1.000 MW dari pemerintah pusat untuk pengembangan PLTS di Jembrana dan Gilimanuk yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027. Sementara di sektor hilir, elektrifikasi moda transportasi publik terus dimaksimalkan.

Menariknya, bus listrik hibah ini telah memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan perakitan bodi dilakukan di dalam negeri, serta mengusung identitas filosofis Bali.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah, dan putih sebagai lambang Tri Datu sebagai simbol yang sangat lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai karena lebih hemat, efisien, tidak bising, dan tanpa emisi,” imbau Koster.

Menteri Bappenas Puji Filosofi Tri Hita Karana

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengapresiasi langkah progresif Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Koster dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, Bali menjadi percontohan (pilot project) transisi energi bersih yang ideal bagi Indonesia dan dunia.

“Sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali, yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, serta manusia dengan alam. Bali memberi contoh nyata bagaimana memuliakan alam melalui integrasi teknologi hijau,” puji Menteri Rachmat Pambudy.

Acara peluncuran tersebut diakhiri dengan peninjauan fasilitas charging station serta uji coba berkendara (test ride) Bus Listrik Trans Sarbagita oleh Gubernur Koster, Menteri Bappenas, dan perwakilan Pemerintah Republik Korea. (Rls-Kab).

kabar Lainnya