UMKM Badung Jadi Rujukan, Dekranasda Bolaang Mongondow Lakukan Studi Tiru

Ketua Dekranasda Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menerima rombongan Dekranasda Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara di Balai Budaya Girinata Mandala, Selasa (25/11).

BADUNG, KABARBALI.ID – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung menerima kunjungan Studi Tiru dari Dekranasda Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (25/11). Rombongan dipimpin langsung Ketua Dekranasda Bolaang Mongondow, Nyonya Kalsum Alhabsyi, dan diterima Ketua Dekranasda Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa di Balai Budaya Girinata Mandala.

Kunjungan yang juga dihadiri Ketua DWP Kabupaten Bolaang Mongondow, pengurus Dekranasda, serta para pelaku UMKM tersebut bertujuan memperkuat pengembangan kerajinan dan industri kreatif antardaerah.

Rasniathi: Transfer Knowledge Penting untuk UMKM

Ketua Dekranasda Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi dipilihnya Badung sebagai daerah tujuan studi tiru. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah menjadi kunci peningkatan kesejahteraan UMKM.

“Melalui Studi Tiru ini, kita bisa saling berbagi pengalaman, melakukan transfer knowledge, dan bertukar program yang bisa diadaptasi di masing-masing daerah,” ujar Rasniathi.

Ia juga memaparkan berbagai program promosi UMKM Badung yang berjalan aktif, termasuk Jumat Ceria setiap dua minggu sekali di area Puspem Badung serta pasar murah pada hari-hari besar keagamaan.

Bolaang Mongondow Belajar Penguatan UMKM Badung

Ketua Dekranasda Bolaang Mongondow, Nyonya Kalsum Alhabsyi, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Menurutnya, Badung merupakan contoh sukses pengelolaan UMKM yang berkembang pesat dan dikenal luas.

“Kami ingin mempelajari bagaimana UMKM di Badung bisa maju dan menjadi rujukan banyak daerah. Harapannya, program dari Badung dapat kami terapkan di Bolaang Mongondow,” ujarnya.

Bangun Sinergi Antardaerah

Kegiatan Studi Tiru ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih intens dalam pengembangan kerajinan, inovasi produk lokal, serta pemberdayaan UMKM.

Sinergi antar Dekranasda ini diyakini mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat daerah masing-masing. (Rls/Kab).

kabar Lainnya