BULELNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah nakhoda Bupati I Nyoman Sutjidra kian agresif mengembalikan kejayaan sosiologis Singaraja sebagai episentrum intelektual di Pulau Dewata. Komitmen makro ini ditegaskan lewat pembukaan ajang bergengsi Buleleng Education Expo (BEE) Tahun 2026.
Pameran edukasi berskala besar tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sutjidra di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Rabu (20/5/2026).
Bupati Sutjidra memaparkan bahwa nomenklatur dan konsep “BEE” sendiri diadaptasi dari filosofi lebah (bee). Lebah dikenal sebagai makhluk koloni yang bekerja keras tanpa lelah, namun konsisten memproduksi madu yang memberikan nutrisi serta kemaslahatan masif bagi kehidupan.
“Lebah itu pekerja keras, tetapi bisa menghasilkan madu sebagai nutrisi yang sangat baik. Itulah filosofi mendalamnya. Kehadiran BEE 2026 ini menjadi pemantik awal dari rencana besar kita untuk mendeklarasikan kembali Singaraja sebagai kota pendidikan yang holistik,” ujar Bupati Sutjidra.
Guna mengeksekusi rencana tersebut, dalam waktu dekat Pemkab Buleleng akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) khusus dengan melibatkan jajaran akademisi lintas perguruan tinggi serta praktisi psikologi anak.
“Kami ingin pada saat deklarasi dan implementasi nanti berjalan linier. Buleleng harus betul-betul menjadi ruang aman dan ramah bagi anak-anak untuk menuntut ilmu, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.
Bukan sekadar wacana di atas meja, komitmen anggaran Pemkab Buleleng di sektor pendidikan pada tahun anggaran 2026 ini mengalami lompatan kuantitas yang signifikan. Tahun ini, pemerintah daerah mengeksekusi program revitalisasi terhadap 80 bangunan sekolah yang mengalami tingkat kerusakan berat di sembilan kecamatan.
Jumlah intervensi fisik ini meningkat tajam dibanding rapor tahun sebelumnya yang bertengger di angka 59 sekolah. Fokus utama perbaikan menyasar fasilitas vital yang mengganggu kenyamanan belajar-mengajar. (Kar-Kab)