BADUNG, KABARBALI.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengawal kelestarian adat, seni, dan budaya Bali bukan sekadar isapan jempol. Melalui penguatan sektor keagamaan, Pemkab Badung kembali menggelontorkan stimulus finansial bernilai fantastis guna meringankan beban kemong (pembiayaan) yadnya yang ditanggung masyarakat.
Hal tersebut tampak saat Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, didampingi Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri langsung puncak Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Mapedudusan Agung Menawa Ratna, serta Tawur Balik Sumpah di Pura Dalem dan Prajapati, Desa Adat Semana, Mambal, Kecamatan Abiansemal, Selasa (19/5/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Bumi Keris ini turut dikawal oleh jajaran pejabat strategis, di antaranya anggota DPRD Badung Made Ponda Wirawan, Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Sukadana, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, serta segenap prajuru dan tokoh masyarakat adat setempat.
Sebagai bentuk intervensi nyata, dalam kesempatan tersebut Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan hibah Pemkab Badung secara simbolis sebesar Rp 1,35 miliar. Penyerahan bantuan modal keagamaan ini dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti pura, serta penyerahan tambahan dana punia pribadi senilai Rp 25 juta.
Apresiasi Semangat Gotong Royong dan Paparkan Program Strategis 2026
Di sela-sela persembahyangan, Bupati Wayan Adi Arnawa mengaku takjub dan mengapresiasi tinggi spirit gotong royong yang ditunjukkan oleh krama Desa Adat Semana. Berkat soliditas kolektif tersebut, seluruh tahapan upacara yang tergolong berskala besar (utama) ini dapat terealisasi secara apik.
“Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya wujud sradha bhakti kita kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana vital untuk memperkuat tali keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa hadir mendukung penuh upaya krama dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga upacara ini berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don,” tegas Bupati Adi Arnawa.
Tidak hanya urusan adat, di hadapan krama yang memadati areal pura, Bupati juga memaparkan rapor hijau capaian makro pembangunan Kabupaten Badung sepanjang tahun 2025. Dirinya sekaligus membeberkan garis besar program strategis yang siap dieksekusi sepanjang tahun anggaran 2026, yang meliputi akselerasi infrastruktur wilayah, fasilitas olahraga, pemajuan adat, hingga program jaring pengaman sosial demi mengerek kesejahteraan masyarakat.
Dipuput Lima Sulinggih, Rangkaian Karya Sudah Berjalan Sejak Februari
Di sisi lain, Ketua Panitia Karya, I Wayan Suwen, melaporkan bahwa cetak biru Karya Ngenteg Linggih ini sejatinya telah digodok matang sejak tahun lalu. Seluruh rangkaian prosesi sakral ini diawali dengan tahapan upacara matur piuning pada 16 Februari 2026.
Ia menambahkan, untuk puncak upacara tata cara pembersihan alam semesta yang digelar bertepatan dengan hari kehadiran Bupati, dilaksanakan upacara Tawur dan Pedanan tingkat tinggi.
“Untuk rangkaian karya pada Selasa 19 Mei 2026 ini, dilaksanakan upacara Tawur dan Pedanan yang dipuput langsung oleh lima Sulinggih. Beliau adalah Ida Pedanda dari Griya Pada Mambal, Ida Pedanda Griya Gede Baha, Ida Pedanda Putra Mayun Griya Babakan Baleran, Ida Pedanda Budha Saraswati, Bujangga Sibanggede, dan Ida Bagus Putra Padang Tegal,” rincinya secara mendalam. (Gus-Kab)