GIANYAR, KABARBALI.ID – Meningkatnya populasi penduduk lanjut usia (lansia) secara grafik setiap tahunnya menjadi indikator sahih atas keberhasilan pembangunan makro di sektor sosial dan pelayanan kesehatan dasar. Guna mengawal fenomena demografi ini agar bermuara pada kesejahteraan, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gianyar menggelar program akselerasi kualitas hidup para tetua.
Langkah taktis tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan yang dirangkaikan dengan sosialisasi peningkatan kualitas hidup lansia, bertempat di Balai Banjar Bonjaka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Selasa (19/5/2026).
Agenda yang digagas oleh Pokja IV ranah Upaya Kesehatan Keluarga TP PKK Gianyar ini dikemas sangat interaktif. Mulai dari sesi senam kebugaran lansia, pemeriksaan rekam medis gratis, konsultasi kesehatan personal, hingga screening penglihatan serta pembagian kacamata gratis bagi seluruh lansia yang memadati lokasi.
Untuk menyuntikkan pemahaman ilmiah dari kacamata medis, PKK Gianyar menggandeng pakar kesehatan dr. Ni Wayan Sri Wardani, Sp.PD, K-GH, FINASIM, yang mengupas tuntas cetak biru penanganan geriatri di tingkat keluarga.
Harapan Hidup Naik, Penanganan Lansia Wajib Holistik
Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, menguraikan bahwa tingginya angka harapan hidup krama Gianyar membuktikan bahwa program jaring kesehatan yang disediakan pemerintah daerah maupun pusat telah diakses secara optimal oleh publik.
Kendati demikian, lonjakan populasi lansia ini memicu konsekuensi logis berupa perlunya formula perhatian khusus. Pengelolaan lansia tidak bisa lagi dilakukan setengah-setengah, melainkan harus menyentuh aspek holistik, terpadu, dan berkelanjutan melalui segitiga emas sinergi: pemerintah, masyarakat, dan klaster keluarga terkecil.
“Kita semua bersyukur populasi lansia meningkat, artinya harapan hidup masyarakat Gianyar makin panjang. Namun, penanganan dan pemberdayaan lansia perlu perhatian khusus agar kualitas keluarga tetap sejahtera lahir batin. Kesejahteraan mereka tidak melulu soal fisik, tetapi juga pemenuhan pangan yang ramah pencernaan, sandang nyaman, tempat tinggal aman, hingga pemenuhan aspek spiritual,” ujar Ny. Surya Adnyani Mahayastra. (Tut-Kab).