Ala-Ayuning Dewasa 12 Juni 2026: Kala Gotongan – Hari Baik Memulai Usaha, Pantang Gelar Manusia Yadnya

Memahami potensi spiritual diri dipercaya dapat membantu meningkatkan karisma dan daya tarik dalam mengelola usaha dagang agar tetap ramai dan berkelanjutan.

KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Hindu di Bali, menghitung dan memilih hari baik (dewasa ayu) sebelum melaksanakan suatu kegiatan atau upacara keagamaan merupakan tradisi luhur yang tetap dipegang teguh.

Untuk hari Jumat, 12 Juni 2026, berdasarkan perhitungan Kalender Bali, terdapat sejumlah indikator ala-ayuning dewasa (baik-buruknya hari) yang penting untuk diperhatikan, salah satunya adalah momentum yang sangat baik untuk memulai usaha baru.

Secara makro, hari ini dipengaruhi oleh karakter Pararasan: Laku Bulan, yang melambangkan kesejukan dan daya tarik. Ditambah dengan Pancasuda: Wisesa Segara, hari ini membawa vibrasi keluasan budi dan pengaruh, serta Ekajalaresi: Kinasihaning Jana yang bermakna dicintai atau dikasihi oleh orang banyak.

Kendati membawa energi sosial yang sangat positif, krama Bali tetap diimbau selektif karena beberapa lintasan waktu (kala) pada hari ini memberikan pantangan tegas untuk urusan domestik, pertanian, serta ritual Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.

Berikut adalah rincian lengkap panduan Ala-Ayuning Dewasa untuk Jumat, 12 Juni 2026:

Kegiatan yang Dianjurkan (Dewasa Ayu):

  • Memulai Bisnis atau Usaha: Berdasarkan pengaruh Kala Gotongan (Alahing dewasa 4), hari ini merupakan waktu yang sangat ideal dan diberkahi untuk merintis atau memulai suatu usaha/bisnis baru.

  • Pekerjaan Menggunakan Api: Pengaruh Geni Rawana (Alahing dewasa 2) membuat hari ini sangat baik untuk segala jenis pekerjaan yang menggunakan atau memanfaatkan media api.

  • Aktivitas Hutan dan Perikanan: Melalui pengaruh Kala Buingrau (Alahing dewasa 4), hari ini baik digunakan untuk menebang kayu serta membuat bubu (alat penangkap ikan). Hari ini juga baik untuk memuja leluhur (pitra).

  • Keamanan dan Ritual Bhuta Yadnya: Berdasarkan Kala Kutila Manik (Alahing dewasa 4), hari ini sangat cocok untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang, pemisah, alat perangkap, serta menyelenggarakan upacara Bhuta Yadnya.

Kegiatan yang Harus Dihindari (Pantangan):

  • Pernikahan dan Upacara Manusa Yadnya: Pengaruh Carik Walangati (Alahing dewasa 3) dan Salah Wadi (Alahing dewasa 3) secara tegas menyatakan hari ini tidak baik untuk melaksanakan pernikahan (wiwaha), mapendes (potong gigi), potong rambut, dan upacara Manusa Yadnya lainnya.

  • Pembangunan Rumah: Hari ini dilarang keras untuk membangun rumah, memasang atap rumah, maupun melaksanakan upacara melaspas. Hal ini dipengaruhi oleh larangan terintegrasi dari Carik Walangati, Geni Rawana, Kala Buingrau, dan Salah Wadi.

  • Upacara Kematian (Pitra Yadnya): Berdasarkan pengaruh Salah Wadi dan Kala Gotongan, hari Jumat ini tergolong buruk untuk melakukan penguburan, membakar mayat (atiwa-tiwa/ngaben), nyekah, ataupun ngasti.

  • Sektor Pertanian dan Tanah: Melalui pengaruh Kala Sor (Alahing dewasa 3) dan Geni Rawana, umat imbau untuk tidak melakukan pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, maupun membuat terowongan.

Melalui pemahaman indikator Alahing Dewasa ini, krama Bali diharapkan dapat menyelaraskan rencana tindakan sekala dengan energi niskala semesta demi kelancaran dan keselamatan bersama. (Kab).

kabar Lainnya