KLUNGKUNG, KABARBALI.ID — Pemerintah Kabupaten Klungkung terus melecut pengembangan sektor pariwisata berbasis kerakyatan yang ramah lingkungan dan bersandar pada akar kebudayaan local.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menegaskan pentingnya posisi strategis desa wisata sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam, adat, serta tradisi Bali agar tetap ajeg di tengah arus globalisasi.
Pernyataan taktis tersebut disampaikan Bupati Made Satria saat menghadiri langsung puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Forum Komunikasi Desa Wisata (FORKOMDEWI) Kabupaten Klungkung. Agenda tahunan ini dipusatkan di Balai Adat Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Jumat (29/5/2026).
“Desa wisata adalah wajah asli dari representasi tradisi dan kebudayaan Bali. Melalui manajemen pengelolaan yang komprehensif, kita tidak hanya sekadar melestarikan warisan adiluhung para leluhur, melainkan juga mengemas dan memperkenalkan nilai-nilai luhur tersebut secara terhormat kepada dunia internasional,” urai Satria.
Lebih lanjut, Bupati Made Satria memaparkan bahwa keberadaan desa wisata saat ini telah bertransformasi menjadi motor penggerak roda perekonomian utama di tingkat akar rumput. Sektor ini terbukti efektif dalam membuka lapangan pekerjaan baru secara mandiri bagi generasi muda lokal serta mendongkrak pendapatan asli desa.
Oeh sebab itu, ia meminta seluruh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pengelola desa wisata untuk terus melahirkan inovasi baru dan jeli menangkap peluang pasar pariwisata kontemporer.
“Sekecil apa pun potensi wisata fisik maupun nonfisik yang tertanam di desa, wajib digali, dikurasi, dan dikembangkan secara serius,” tegasnya.
Di pihak lain, Ketua Panitia Pelaksana HUT, I Nyoman Kariasa, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa momentum hari jadi FORKOMDEWI Klungkung ke-6 ini sengaja dikemas dengan menitikberatkan pada semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta aksi nyata pelestarian lingkungan hidup.
Kariasa merinci sejumlah aksi sosial-lingkungan yang telah sukses dieksekusi secara gotong royong oleh para pengelola desa wisata se-Klungkung, yang meliputi:
Sektor Kelestarian Lingkungan: Melaksanakan kegiatan pelepasan ribuan bibit ikan lokal di aliran air desa serta gerakan penanaman pohon penghijauan.
Sektor Kemanusiaan & Kesehatan Publik: Menggelar aksi donor darah massal dan memfasilitasi pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum.
“Kami berharap di usia yang ke-6 ini, wadah FORKOMDEWI Klungkung semakin solid, bergerak lebih maju, dan terus konsisten menjadi inkubator positif bagi generasi muda serta krama desa dalam berkarya sekaligus menebar manfaat sosial yang konkret bagi masyarakat luas,” pungkas Nyoman Kariasa. (Sta-Kab).