Keluarga Man Colik Gelar Ritual Khusus, Berdoa Pelaku Pembunuhan Segera Terendus Polisi

Keluarga besar almarhum I Nyoman Cita terus menempuh jalur niskala pasca-musibah pembunuhan tragis yang menimpa pria yang akrab disapa Man Colik tersebut.

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID — Keluarga besar almarhum I Nyoman Cita terus menempuh jalur niskala pasca-musibah pembunuhan tragis yang menimpa pria yang akrab disapa Man Colik tersebut.

Setelah merampungkan upacara pembersihan lahan (mecaru), pihak keluarga kembali berkumpul untuk melaksanakan persembahyangan bersama demi memohon keadilan.

Ritual persembahyangan bersama tersebut digelar pada Rabu (8/7/2026) malam di tanah kelahiran korban, Desa Negari.

Seluruh keluarga besar Nyoman Cita, mulai dari anak-anak hingga dewasa, tampak khusyuk bersembahyang di sanggah keluarga besar serta di sanggah gede Dadia Semeton Rangdu. Mereka kompak memanjatkan doa agar aparat kepolisian diberikan kelancaran dalam mengungkap tabir kasus ini dan segera meringkus pelaku pembunuhan.

“Kemarin keluarga melaksanakan persembahyangan bersama. Nunas ice ring Bhatara Hyang Guru, semoga kasus ini cepat tertangkap dan kasus ini cepat terungkap,” ujar sepupu sekaligus sahabat karib Nyoman Cita, Putu Budiyasa, dikonfirmasi Kamis (9/7/2026).

Budiyasa memaparkan, rangkaian ritual adat ini sangat penting dilakukan mengingat kematian Nyoman Cita tergolong kematian tidak wajar atau dalam tradisi adat Bali disebut salah pati. Sebelum persembahyangan ini, keluarga telah lebih dulu merampungkan ritual nebus atma (menebus roh) dan mecaru.

Tak berhenti di sana, pihak keluarga juga merencanakan prosesi nunas baos atau memohon petunjuk secara niskala kepada penekun spiritual (balian) guna mencari titik terang terkait motif maupun dalang di balik kematian korban. Namun, rencana tersebut masih menunggu momentum yang tepat karena situasi keluarga yang masih diselimuti duka mendalam.

“Kemarin kan sudah diupacarai Nebus Atma dan mecaru, setelah itu baru bisa nunas baos. Nunggu waktunya saja, kapan dan di mana saya juga belum tahu,” imbuh Budiyasa.

Sementara itu dari lini sekala (hukum), aparat kepolisian terus bergerak mengumpulkan alat bukti. Berdasarkan informasi terakhir, tim penyidik tengah menunggu hasil pemeriksaan forensik terhadap telepon genggam (handphone) milik almarhum Nyoman Cita di Laboratorium Forensik (Labfor).

Demi memburu petunjuk baru, sejumlah personel kepolisian juga terpantau telah mendatangi rumah keluarga kecil korban di Desa Negari untuk melakukan olah TKP lanjutan dan pengalian informasi. (Sta-Kab).

kabar Lainnya