KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Bali yang berpusat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Minggu (19/7) siang, diwarnai insiden memilukan.
Sebuah rentetan balon gas yang sedianya disiapkan untuk prosesi seremonial meledak di pojok Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, mengakibatkan 11 orang warga dan anak-anak mengalami luka bakar serius.
Menyikapi tragedi tersebut, Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat. Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, langsung turun ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Klungkung untuk menjenguk sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan intensif secara optimal.
“Kami hadir langsung untuk menjenguk dan memastikan anak-anak serta warga yang menjadi korban mendapatkan penanganan medis yang paling maksimal dan terbaik dari tim dokter RSUD Klungkung. Seluruh daya upaya kami kerahkan agar para korban segera pulih,” ujar Bupati I Made Satria di sela-sela kunjungannya di ruang UGD.
Berdasarkan data pembaruan (update) medis dari pihak rumah sakit, dari total 11 korban yang terdampak ledakan, sebanyak 6 orang saat ini harus menjalani rawat inap, 2 orang masih mendapatkan penanganan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD), sementara 3 korban lainnya yang hanya mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang.
Petaka ini bermula ketika rentetan balon gas yang membawa banner pembukaan Harkopnas ke-79 gagal mengangkasa akibat guyuran cuaca hujan dan beban spanduk yang terlalu berat. Balon-balon tersebut kemudian merunduk rendah dan tertahan di pojok lapangan.
Melihat balon yang tertahan, salah seorang warga berinisiatif memotong tali pengikat dengan maksud membagikan balon-balon tersebut kepada anak-anak yang tengah berkerumun. Namun, tindakan berbahaya dilakukan warga tersebut dengan mencoba memutus tali nilon penghubung menggunakan korek api.
Percikan api dan hawa panas seketika menyulut dinding karet balon yang berisi gas sensitif. Ledakan keras pun pecah dalam sekejap, menciptakan bola api yang menyambar warga dan anak-anak di radius terdekat.
Merespons tragedi memilukan ini, Bupati I Made Satria langsung mengeluarkan kebijakan preventif yang sangat tegas. Beliau mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih melek dan memahami bahaya laten di balik penggunaan balon gas. Lebih jauh, Bupati menginstruksikan agar di masa mendatang, tidak ada lagi acara resmi maupun event hiburan di Kabupaten Klungkung yang menggunakan balon gas untuk prosesi seremonial. (Sta-Kab).