Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali, Nyonya Rasniathi Beberkan Inovasi Unggulan Badung di Nari Graha

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9).

DENPASAR, KABARBALI.ID  – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali yang digelar di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan penilaian ini berfokus pada kesiapan daerah dalam menjalankan transisi besar menuju Integrasi Layanan Primer (ILP) serta penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Di samping itu, tim juji juga menilai kemampuan Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Bali untuk mengatasi isu kesehatan krusial, seperti pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan lansia.

Tim Penilai Provinsi Bali yang menguji langsung pemaparan Badung terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.

Ditemui usai acara, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah diskusi strategis untuk menyelaraskan persepsi pelaksanaan Posyandu 6 SPM hingga ke tingkat akar rumput.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua. Kita pastikan apakah pemahaman dan pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini sudah berjalan serentak dan sama di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan di Kabupaten Badung,” kata Nyonya Rasniathi, Selasa (8/9/2026).

Inovasi Badung Peduli Residu lan Temu Wirasa Kader

Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi memaparkan secara menyeluruh konsep, arah kebijakan, hingga implementasi riil transformasi Posyandu yang sudah berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Badung.

Salah satu fokus utama yang ditonjolkan adalah keberadaan program inovasi unggulan daerah, yakni Badung Peduli Residu serta pelaksanaan rutin Temu Wirasa Kader.

Program Temu Wirasa Kader digelar secara merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan guna membangun komunikasi dua arah, memperkuat sinkronisasi program, serta mengasah pemahaman para kader Posyandu.

Perkokoh Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan

Nyonya Rasniathi menegaskan, kader Posyandu merupakan ujung tombak utama pelayanan kesehatan masyarakat yang berhadapan langsung dengan warga setiap hari.

Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader melalui skema 6 SPM dan ILP menjadi kunci sukses terciptanya masyarakat yang sehat dan mandiri.

“Langkah inovatif ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, sinkronisasi, dan memperkokoh kapasitas seluruh kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat demi mewujudkan warga Badung yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” pukasnya. (Gus-Kab).

kabar Lainnya