Studi Tiru BUMD Pangan & Distribusi Beras, Pemkab Tapin Berguru ke Kabupaten Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan Wakil Bupati Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Juanda, beserta jajaran di Ruang Tamu Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (28/7).

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tapin, Hj. Juanda, diterima oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Tamu Bupati Badung, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (28/7/2026).

Kunjungan kerja ini berfokus pada studi tiru dan pertukaran informasi terkait pengelolaan sektor pangan, pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pangan, pengembangan tata kelola bisnis pertanian, hingga rantai distribusi hasil panen.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Tapin yang memilih Kabupaten Badung sebagai lokus percontohan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Tapin. Semoga pertemuan ini menjadi sarana saling berbagi pengalaman, mempererat kerja sama antar-daerah, serta memberi manfaat nyata bagi pembangunan di masing-masing wilayah,” ujar Adi Arnawa.

Dalam dialog tersebut, Adi Arnawa memaparkan bahwa meski pariwisata internasional menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Badung tetap menempatkan sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Guna menjaga stabilitas daya beli dan menekan inflasi, Pemkab Badung meluncurkan program prioritas berupa bantuan hari raya sebesar Rp 2 juta per KK bagi warga berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan. Di samping itu, infrastruktur jalan menuju kawasan strategis pariwisata terus ditingkatkan untuk mengurai kemacetan dan menjaga kenyamanan wisatawan.

Sementara itu, Wakil Wabup Tapin Hj. Juanda mengapresiasi sambutan hangat Pemkab Badung. Pihaknya menegaskan bahwa komoditas beras merupakan sektor strategis di Kabupaten Tapin sehingga memerlukan referensi tata kelola modern dari Badung—khususnya terkait manajemen BUMD pangan, sistem penggilingan, dan pola distribusi beras.

“Kami ingin menggali pengalaman serta memperoleh referensi pengelolaan sektor pangan yang diterapkan Pemkab Badung sebagai bahan penyusunan kebijakan di Kabupaten Tapin,” kata Hj. Juanda.

Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut Asisten Administrasi Umum I Wayan Wijana, Kabid Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian Gede Sudharta, Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kompiang Gede Pasek Wedha, serta Kabag Perekonomian Setda Badung Ketut Sudibia. (Gus-Kab).

kabar Lainnya