Terpangkas Kebijakan Refocusing Jadi Rp 80 Miliar, Proyek Heritage Denpasar Bakal Digarap Berkelanjutan

Fluktuasi anggaran membayangi realisasi program kerja strategis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar pada tahun anggaran 2026.

DENPASAR, KABARBALI.ID  – Fluktuasi anggaran membayangi realisasi program kerja strategis Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar pada tahun anggaran 2026. Akibat diterapkannya kebijakan penyesuaian anggaran (refocusing), rencana alokasi dana jumbo untuk penataan kawasan kota tua Gajah Mada terpaksa dikoreksi dari pagu awal yang telah dirancang.

Hal tersebut dibeberkan oleh Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra. Ia mengungkapkan bahwa anggaran penataan fisik koridor historis tersebut saat ini menyentuh angka sekitar Rp 80-an miliar, dari yang awalnya direncanakan berada di atas angka Rp 100 miliar.

“Jujur saja sebenarnya sayang sekali anggarannya harus kena refocusing. Coba bayangkan jika dana Rp 100 miliar lebih itu tetap utuh, mungkin penataan koridor sepanjang 2,3 kilometer ini bisa selesai sekaligus dalam satu kali jalan,” kata Suadi Putra, Jumat (17/7/2026).

Kendati mengalami kendala pemotongan anggaran, Suadi Putra memastikan komitmen dewan untuk mengawal proyek ini secara ketat agar kualitas pengerjaan estetika di lapangan tidak menurun. Konsekuensi logis dari penyesuaian dana ini adalah beberapa item pengerjaan sekunder terpaksa harus digeser secara simultan pada tahun anggaran berikutnya dengan sistem berkelanjutan (multiyears).

Sebagai pembanding sekaligus penyemangat, ia meminta Pemerintah Kota Denpasar meniru komitmen dan kesuksesan yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menata kawasan heritage.

“Kita patut berkaca pada Pemkab Buleleng. Penataan kawasan titik nol di sana sangat luar biasa dan sukses besar. Harapan kita, keberhasilan estetika itu menular ke Denpasar secara penuh,” pungkasnya.

Pemotongan anggaran ini dipastikan tidak akan mengubah jadwal pengerjaan fisik utama yang akan mulai berjalan (running) pasca Buda Keliwan Pegatuakan pada akhir Juli 2026 ini, dengan target penyelesaian tahap pertama pada 13 Desember 2026. (Irw-Kab).

kabar Lainnya