Ala-Ayuning Dewasa 10 Juni 2026 : Hari Baik Membangun Rumah, Hindari Gelar Upacara Wiwaha dan Ngaben

Ala Ayuning dewasa Bali

kabarbali.id – Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, hari Rabu (Budha), 10 Juni 2026, memiliki kombinasi ala-ayuning dewasa (hari baik dan buruk) yang sangat spesifik.

Rabu ini dinilai sangat baik untuk memulai pembangunan fisik rumah kediaman maupun pertanian, namun memuat larangan keras untuk menyelenggarakan upacara besar keagamaan, baik Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.

Masyarakat Bali yang berencana melaksanakan ritual pernikahan (wiwaha) maupun upacara penguburan/pengabenan (atiwa-tiwa) diimbau untuk memilih hari lain. Hal ini disebabkan oleh dominasi beberapa elemen negatif dalam Wariga pada hari tersebut, seperti Carik Walangati dan Salah Wadi.

Dua elemen tersebut secara tegas menyebutkan bahwa melaksanakan ritual sakral seperti pernikahan, potong gigi (mapendes), maupun ritual kematian (nyekah/ngasti) pada hari ini berisiko mendatangkan halangan besar (alahing dewasa 3).

“Hari ini memang memiliki pantangan ketat untuk urusan upacara besar (Yadnya) karena adanya pengaruh Salah Wadi dan Carik Walangati. Namun di sisi lain, bagi warga yang ingin berfokus pada pembangunan fisik seperti mendirikan fondasi rumah atau turun ke sawah menanam padi dan jagung, hari ini justru memancarkan energi kelancaran yang sangat baik,”.

Kelancaran urusan domestik fisik tersebut didukung oleh kemunculan Sampi Gumarang Turun yang membawa berkah untuk bercocok tanam dan membangun tempat tinggal. Selain itu, terdapat elemen Banyu Urug yang memberikan petunjuk waktu terbaik untuk membuat bendungan atau saluran air, meski dilarang keras untuk menggali sumur baru.

Bagi masyarakat yang hendak bepergian, elemen Catur Laba memberikan rekomendasi arah terbaik untuk keselamatan dan keberhasilan, yaitu menuju ke arah utara. Hari ini juga menjadi momentum spiritual yang bagus untuk melaksanakan aktivitas pengobatan alternatif atau pembersihan diri.

“Melalui pengaruh Titibuwuk dan Kala Lutung Magelut, hari Rabu ini sangat ideal untuk meramu obat-obatan tradisional serta melakukan terapi penyembuhan penyakit spiritual akibat guna-guna maupun sejenisnya. Yang terpenting adalah menunda dulu perpindahan rumah atau mulai memelihara hewan ternak baru karena adanya pengaruh Kala Rumpuh,” tambahnya.

Secara filosofis, konstelasi spiritual hari ini juga dipengaruhi oleh Pararasan Laku Bulan dan Pancasuda Bumi Kepetak, dengan dinamika Pratiti Upadana yang mengisyaratkan pentingnya kehati-hatian dalam melangkah agar segala usaha komersial maupun domestik tidak menemui jalan buntu. (Kab).

kabar Lainnya