

DENPASAR, KABARBALI.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Provinsi Bali pada Selasa (8/9/2026).
Berdasarkan data BMKG, seluruh kabupaten dan kota di Pulau Dewata diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan sepanjang hari.
Suhu udara di wilayah Bali secara umum berada pada kisaran 23 hingga 30 derajat Celsius, kecuali kawasan pegunungan di Kabupaten Karangasem yang diprediksi lebih sejuk pada rentang 20 hingga 27 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembapan udara berkisar antara 58 hingga 98 persen.
Berikut rincian prakiraan cuaca BMKG untuk 9 kabupaten/kota di Bali:
Kota Denpasar: Hujan Ringan (Suhu 23–30 °C, Kelembapan 69–86%)
Badung: Hujan Ringan (Suhu 23–29 °C, Kelembapan 70–94%)
Gianyar: Hujan Ringan (Suhu 23–29 °C, Kelembapan 75–97%)
Klungkung: Hujan Ringan (Suhu 23–29 °C, Kelembapan 68–84%)
Tabanan: Hujan Ringan (Suhu 23–29 °C, Kelembapan 87–98%)
Bangli: Hujan Ringan (Suhu 23–29 °C, Kelembapan 77–98%)
Jembrana: Hujan Ringan (Suhu 23–29 °C, Kelembapan 74–97%)
Buleleng: Hujan Ringan (Suhu 23–29 °C, Kelembapan 58–82%)
Karangasem: Hujan Ringan (Suhu 20–27 °C, Kelembapan 67–96%)
Selain potensi hujan, BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi gelombang laut di perairan sekitar Bali yang berlaku mulai 8 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga 11 September 2026 pukul 08.00 WITA.
Dari hasil analisis sinoptik, pola angin di wilayah Perairan Utara Bali umumnya bergerak dari arah Timur Laut – Selatan dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot.
Sedangkan di Perairan Selatan Bali, angin bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan 4 hingga 20 knot.
Kondisi ini memicu potensi tinggi gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4,0 meter) di empat jalur perairan vital Bali, yakni:
Selat Bali Bagian Selatan
Perairan Selatan Pulau Bali
Selat Badung
Selat Lombok Bagian Selatan
Sementara itu, untuk kawasan Selat Lombok Bagian Utara, tinggi gelombang masuk dalam kategori Sedang (1,25 – 2,5 meter).
Menyikapi prakiraan cuaca dan dinamika gelombang laut tersebut, masyarakat, nelayan, serta pelaku usaha wisata bahari maupun penyeberangan antarpulau (seperti fast boat rute Sanur – Nusa Penida/Lembongan) diimbau untuk selalu waspada.
BMKG mengimbau para pengguna jasa transportasi laut dan masyarakat pesisir agar memperhatkan risiko keselamatan pelayaran, terutama terhadap kecepatan angin dan tinggi gelombang sebelum beraktivitas di laut. (kab/Red)