Demi Penuhi Kebutuhan Hidup, Pria di Petang Badung Nekat Curi Sapi Tetangga Senilai Rp 12,5 Juta

Seorang pria di Petang, Badung nekat mencuri sapi hamil milik tetangganya senilai Rp 12,5 juta demi urusan perut

BADUNG, KABARBALI.ID – Himpitan faktor ekonomi demi memenuhi kebutuhan urusan perut membuat seorang pria berinisial IMS (50) nekat gelap mata. Pria asal Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung ini nekat mencuri seekor sapi betina yang sedang hamil milik tetangganya sendiri, I Made Kertayasa (50).

Aksi kriminal yang dilakukan oleh IMS menyebabkan korban mengalami kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 12,5 juta. Pelaku berhasil diringkus oleh aparat kepolisian setelah korban melaporkan hilangnya hewan ternak berharga miliknya dari area kandang.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menjelaskan, aksi pencurian tersebut dilakukan pada malam hari. Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif oleh penyidik, pelaku akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

“Pelaku ini kami amankan setelah korban melaporkan kehilangan sapi betina yang sedang hamil di kandangnya dengan kerugian mencapai Rp 12,5 juta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, IMS mengakui seluruh perbuatannya yang mencuri ternak tersebut pada malam hari,” ujar AKBP Joseph Edward Purba di Mapolres Badung.

Sebelum melancarkan aksinya sekitar pukul 19.30 WITA, IMS terlebih dahulu memantau situasi sekitar kandang dengan modus berpura-pura memikat burung liar. Setelah memastikan kondisi benar-benar aman, pelaku langsung memotong jalur dan menuntun sapi betina berwarna cokelat kekuningan tersebut.

Kapolsek Petang AKP I Putu Darma Santika mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan modus operandi yang cukup cerdik untuk mengelabui warga selama perjalanan menuju rumahnya yang berjarak sangat jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Untuk pencurian sapi dapat dilaporkan, pakai modusnya dia seolah-olah sapi itu sapi lepas sendiri, habis itu dia seolah-olah mengamankan sapi yang lepas. Dia tuntun bawa ke rumahnya, lumayan rumah dengan TKP jaraknya jauh sekali,” jelas AKP I Putu Darma Santika terkait jalannya interogasi awal.

Korban baru menyadari sapinya raib pada keesokan harinya saat hendak memberi pakan di kebun. Sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar area perkebunan tetangga tanpa hasil, korban akhirnya memilih melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Polisi mengonfirmasi bahwa kedekatan wilayah memudahkan pelaku memetakan kebiasaan korban. Pelaku berencana memelihara sapi itu sementara waktu di rumahnya sebelum dijual kembali apabila situasi dirasa sudah sepenuhnya aman dari kecurigaan warga. (Gus-Kab).

kabar Lainnya