Sukses Tekan Stunting dan Inovasi Anggaran, Pemkab Gianyar Diganjar Hadiah Fiskal Rp3 Miliar oleh Pusat

Menjadi satu-satunya di Bali, Kabupaten Gianyar memborong dua penghargaan nasional dari Kemendagri. Bupati Mahayastra berhak atas insentif fiskal Rp3 miliar

YOGYAKARTA, KABARBALI.ID – Kabupaten Gianyar kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia. Dalam ajang bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa–Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026), Gianyar sukses memborong dua penghargaan sekaligus.

Prestasi mentereng ini membuat Gumi Seni menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Bali yang berhasil membawa pulang dua penghargaan dari ajang tersebut. Atas capaian ini, Pemerintah Pusat mengganjar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dengan hadiah berupa insentif fiskal senilai total Rp3 miliar.

Dua kategori yang berhasil dimenangkan oleh Pemkab Gianyar meliputi:

• Terbaik II Kategori Penurunan Kemiskinan dan Stunting (Menerima Insentif Fiskal Rp2 miliar).

• Terbaik III Kategori Creative Financing atau Inovasi Pembiayaan Pembangunan (Menerima Insentif Fiskal Rp1 miliar).

Keberhasilan Tekan Angka Stunting Secara Konsisten

Penghargaan pada kategori Penurunan Kemiskinan dan Stunting diberikan berkat konsistensi Pemkab Gianyar dalam mengintegrasikan berbagai program intervensi hulu. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Gianyar berhasil ditekan dari 6,3 persen pada tahun 2022 menjadi 5,4 persen di tahun 2024. Capaian itu sempat menobatkan Gianyar sebagai pemilik angka stunting terendah kedua di tingkat nasional.

Tren penurunan ini berlanjut secara masif pada tahun 2025. Dari total 25.896 balita yang diukur secara berkala, prevalensi balita terindikasi stunting menyisakan 3,8 persen atau hanya berkisar 991 balita.

Sementara untuk kategori Creative Financing, Kemendagri mengapresiasi kelihaian Pemkab Gianyar dalam merumuskan skema inovasi pembiayaan pembangunan alternatif. Terobosan ini dinilai sukses menyokong berjalannya berbagai program pembangunan skala prioritas di daerah tanpa membebani kas konvensional secara berlebih.

Mahayastra: Prestasi Ini Milik Seluruh Masyarakat Gianyar

Merespons capaian tersebut, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menegaskan bahwa seluruh penghargaan ini merupakan buah manis dari kerja keras kolektif dan komitmen gotong royong seluruh elemen pembangunan di daerah.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pembangunan di Gianyar. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Bupati Mahayastra.

Mantan Ketua DPRD Gianyar ini juga memastikan bahwa bonus dana insentif senilai Rp3 miliar dari pusat tersebut akan langsung dikembalikan manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat bawah.

“Prestasi ini adalah milik seluruh masyarakat Gianyar. Keberhasilan menurunkan kemiskinan dan stunting maupun menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan tidak mungkin dicapai tanpa semangat gotong royong. Insentif yang diberikan pemerintah pusat akan kami manfaatkan untuk memperkuat program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Mahayastra.

Sebagai informasi, ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 merupakan instrumen evaluasi resmi dari Kemendagri untuk menyaring pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja unggul, bersih, inovatif, dan berdampak nyata dalam memajukan kesejahteraan daerahnya. (Tut-Kab).

kabar Lainnya