TABANAN, KABARBALI.ID – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka sekaligus menutup rangkaian puncak pergelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Kompetisi dan pementasan seni yang dipusatkan di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana (GWS) Tabanan, Minggu (7/6/2026) malam tersebut, menjadi ajang uji coba akbar bagi ribuan seniman lokal sebelum berlaga di tingkat provinsi.

Ajang tahunan ini dipadati oleh ribuan masyarakat yang datang dari berbagai wilayah, seperti Meliling, Dajan Peken, hingga Selemadeg Barat. PKB tingkat kabupaten ini diproyeksikan sebagai ruang pematangan mental dan teknis para duta seni Gumi Pemahat sebelum tampil resmi pada PKB Tingkat Provinsi Bali di Taman Budaya Art Centre Denpasar, yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni hingga 12 Juli 2026.
Bupati Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi tinggi atas soliditas para seniman dan antusiasme penonton. Menurutnya, kehadiran massa yang memenuhi kawasan panggung terbuka menjadi bukti konkret bahwa akar seni tradisi masih menghunjam kuat di hati masyarakat Tabanan.
“Masyarakat Tabanan yang hadir malam ini semuanya memenuhi Lapangan Garuda Wisnu Singasana yang megah ini. Ini merupakan wahana bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mendukung perkembangan seni budaya daerah,” ujar Bupati Sanjaya.
Lebih lanjut, Sanjaya menekankan bahwa visi pembangunan daerah tidak boleh sekadar berfokus pada pelestarian estetika seni semata. Ke depan, ia membidik pergelaran festival budaya seperti PKB wajib memberikan dampak linier terhadap penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Oleh karena itu, Sanjaya menginstruksikan agar durasi pelaksanaan PKB di tingkat kabupaten pada tahun-tahun mendatang dirancang lebih panjang.
“Kalau bisa tahun depan lebih panjang lagi pelaksanaannya. Bukan hanya dicintai oleh para pecinta seni di Tabanan, tetapi juga memberikan dampak bagi UMKM dan masyarakat kecil yang menikmati perputaran ekonomi dari festival ini,” tegas politisi asal Tabanan tersebut.
Sejalan dengan hal itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, Ni Luh Nyoman Sri Suryati, memaparkan bahwa PKB Kabupaten Tabanan tahun ini sejatinya telah bergulir selama tiga hari, yakni sejak 5 hingga 7 Juni 2026 di kawasan Taman Bung Karno. Sepanjang festival, panitia sengaja mengintegrasikan panggung seni dengan stan kuliner, kerajinan, dan pelaku ekonomi kreatif lokal.
“Kami berharap pelaksanaan PKB Kabupaten dapat membangkitkan kreativitas seni para seniman Tabanan dan memutar roda perekonomian rakyat untuk memperkokoh Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” kata Sri Suryati.
Secara teknis, Sri Suryati melaporkan terdapat sekitar 2.000 seniman lintas generasi yang terlibat dalam persiapan intensif sejak Januari 2026 di bawah asuhan akademisi dan budayawan daerah. Pada PKB Provinsi Bali tahun ini, Tabanan dipastikan berpartisipasi dalam 15 materi dari total 20 kategori yang dilombakan.
Struktur materi tersebut terbagi menjadi 9 kategori parade—termasuk Gong Kebyar (Anak-anak, Dewasa, Wanita), Pawai, Peragaan Busana, Joged Tradisi, Ngelawang, Pelegongan Klasik, dan Angklung Kebyar. Sementara 6 kategori lainnya masuk dalam peta perlombaan, yakni Baleganjur, Barong Ket, Taman Penasar, Mewarnai, Mesatwa, serta Jantra Tradisi Bali.
Pada malam penutupan, panggung GWS bergetar lewat penampilan memukau dari tiga sekaa duta utama: Gong Kebyar Wanita Sekaa Gong Istri Kesarin Mesari 108 (Tari Kreasi Semara Ratih), Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Seni Iswara Murthi (Dolanan Mekekua-kekuaan), dan Gong Kebyar Dewasa Sekaa Gong Suara Kencana yang membawakan Fragmen Tari Amukti Jayaning Singasana.
Acara pembukaan dan pelepasan ini turut dihadiri oleh Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta para kepala perangkat daerah se-Kabupaten Tabanan. (Pro-Kab).